Inter Milan Mengubah Keburukan Menjadi Keberhasilan Di Serie A

Roberto ManciniSERIE A 2015 – Roberto Mancini disebut-sebut sebagai pelatih yang sering mengubah susunan pemain Inter Milan dalam hal mencakup kemenangan besar di berbagai ajang manapun. Namun berlanjut di akhir musim ini, dimana Nerazzurro tidak lepas dari keinginan untuk menduduki posisi teratas pada klasemen sementara Liga Itala Serie A musim 2015 ini. Sejak bermain di bulan Agustus silam, Mancini selalu menggunakan starting Eleven yang berubah-ubah terhadap tim asuhannya sendiri dalam menghadapi klub Serie A. Dari formasi tersebut, hanya Samir Handanovic yang sering diturunkan Mancini dengan jumlah permainan sekirar 1,170 menit. Seperti yang diberitakan oleh media Whoscored bahwa di barisan kubu Inter terdapat tiga pemain yang hampir dimainkan oleh Mancini dengan waktu yang sama.

Skuad Nerazzurri itu adalah Gary Medel, Mauro Icardi, Geoffrey Kondogbia yang mempunyai sebelas kali pertandingan dan juga Jeison Murillo serta Miranda yang sudah mengakhiri sepuluh kali persaingan bersama rekan setimnya di Serie A. Kondogbia dicatatkan sudah menunjukkan keyakinan diri di atas lapangan dengan total pertandingan sebanyak 13 kali laga, sedangkan dua derby lainnya berstatus sebagai pemain cadangan. Ketiga pemain itu sama-sama mempunyai permainan yang cukup lama, seperti Medel bermain 951 menit, Icardi 870 menit, Kondogbia 892 menit, Miranda 841 menit dan Murillo 869 menit. Selebihnya masih ada Davide Santon yang hanya bersaing selama 799 menit, Ivan Perisic cuman 787 menit, Felipe Melo dan juga Fredy Guarin.

Mereka merupakan pemain yang selalu diutamakan oleh Mancini di barisan lini depan saat Inter berhadapan dengan klub besar Serie A. Perbandingan untuk tiga skuad tersebut berkisar delapan hingga sepuluh pertandingan selama ini. Namun masih ada pemain dibawah mereka seperti Stevan Jovetic, Alex Telles, Juan Jesus, Adem Ljajic, Yuto Nagatomo yang cuma bermain sebanyak 340 menit. Menurut AGEN TARUHAN TERPERCAYA – Berhubungan dengan performa Inter yang kian semakin tajam, Mancini lantas sering mengubah formasi yang berbeda terhadap para pemain Inter di pertahanan winger. Sebagai buktinya, Mancini berulang kali menempatkan Nagatomo dan Telles di barisan lini belakang kiri, kemudian Santon beserta Danilo dimainkan di posisi bek kiri. Namun posisi striker winger di depan yakni Perisic, Palacio dan Ljajic malahan diubah Mancini untuk melakukan kerja sama dengan Icardi dengan susunan formasi yang berbeda yaitu 4-2-3-1. ( JH ).