Kekalahan Kroasia Dikarenakan Kurang Fokus

PIALA EROPA 2016 – Laju Kroasia untuk memasuki babak group 16 besar harus terhenti dengan jelas usai mengalami kekalahan tipis atas Timnas Portugal. Sebelumnya, mereka mampu menundukkan Timnas Spanyol dengan raihan point yang memuaskan. Namun berhadapan dengan tim Portugal, dimana Kroasia harus mengalami kegagalan buruk dalam mencakup point penuh di Stade Bollaert Delelis, Prancis pada hari Minggu tadi malam. Mereka harus kalah tipis atas tim Portugal dengan skor akhir satu-kosong. Salah satu gol yang berhasil disarankan oleh Portugal terjadi pada pemain Ricardo Quaresma yang mampu menyundulkan hasil operan matang dari rekan setimnya dimenit ke 117. Dengan torehan hasil yang tipis itu, dimana Portugal diyakinkan lolos ke sesi selanjutnya.

Kedua Timnas bermain dengan hasil kosong-kosong hingga perpanjangan waktu di babak kedua berakhir. Di sesi pertama dan kedua berlangsung, kedua Tim masih sulit untuk membuahkan gol semata wayang. Dalam laga tersebut, dimana Kroasia dan Portugal bermain sangat lambat dalam memberikan serangan satu sama lain. Apalagi, tak ada sontekan yang mampu mengarah tepat ke jala masing-masing hingga tambahan waktu berlangsung. Tercatat sebanyak 23 kali sontekan selama melakoni pertandingan kali ini hanya terdapat dua kali tembakan yang mampu mengarah tepat ke jala rival. Ini diproses oleh Quaresma yang membuahkan gol semata wayang.

Melihat kesulitan dalam mencetak gol ke gawang Portugal, dimana Kroasia melakukan formasi yang berbeda di arena pertandingan. Ini terjadi kepada Ivan Strinic yang dipasang di barisan lini tengah untuk membantu rekan setimnya dalam memberikan penyerangan ketat. Namun disisi lain, Portugal tidak mengubah susunan formasi sepanjang pertandingan. Mereka hanya mengandalkan kedua striker top di lini depan yakni Cristiano Ronaldo dan Nani. Kendati demikian, Ronaldo dibebani kesulitan besar saat melewati bek pertahanan Vedran Corluka. Disisi lain, CR7 pun selalu berselisih dengan gerak gerik Raphael Guerreiro di belakang kiri Portugal.

Perubahan ancaman yang diberikan oleh Portugal cuma terjadi pada posisi lini depan. Menurut AGEN SBOBET – Mereka mengetahui bahwa CR7 sulit memperoleh kans untuk mencetak gol. Pada akhirnya, kesalahan itu pun diberikan kepada Nani yang berada di sayap kanan. Sistem ancaman Portugal tidak berbeda jauh dari sebelumnya yang lebih banyak mengutamakan assist panjang. Namun melihat performa Sanches dalam laga kali ini lebih optimis dibandingkan Gomes. Dia dicatatkan mampu memberikan 32 kali operan matang kepada rekan setimnya sekaligus menyumbangkan satu assist terpenting untuk mencetak gol. ( JH ).